Jay Abraham - Income-Building Home Study System Package (eBook)
Tampilkan postingan dengan label motivating. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivating. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Mei 2010

Setiap Manager dan Business Owner Harus Baca Ini...


Beberapa hari yang lalu, seorang teman yang berdomisili di Maluku menelpon dan curhat mengenai 3 orang karyawannya (supporting staff) yang resign untuk berkarir di tempat lain. Padahal selama ini mereka sudah menjalin kerja sama yang baik sebagai sebuah tim. Teman saya di lapangan dan anggota timnya mendukung dalam hal administrasi, purna jual, dan layanan pelanggan.

Pindahnya ketiga orang anggota timnya membuat MUMET rekan saya ini. Selain karena dia sudah terbiasa di lapangan, dia juga kurang menguasai pekerjaan back office, yang membuatnya harus merekrut sekaligus menghabiskan waktu untuk melatih kembali orang-orang baru.

Mungkin ini bisa diilustrasikan dengan restoran CHINESE FOOD vs MCDONALD, saya memilih contoh restoran karena saya suka makan :)

Restoran Chinese Food tergantung pada keahlian dan keterampilan sang juru masak alias KOKInya. Yang diusung seringkali adalah nama koki, asal koki (expatriat dari Malaysia, China, Hongkong), dan expertise (masakan khas yang bisa dibuatnya). Bisa jadi ownernya, kaya sih tambah kaya, tapi ketar-ketir, duhhh jangan sampai koki saya dibajak oleh kompetitor! Karena ramai, kokinya mulai bertingkah: "Bos, selama ini bagi hasil saya 10% - kamu 90%, saya yang capek masak di belakang, kamu senang-senang itung duit di depan. Restoran ini ramai karena saya. Saya mau 30%, kalau tidak restoran di seberang sudah nawar saya 30%!"

Kalau sudah begini, apa yang anda lakukan? Mau tidak mau, terpaksa menyetujui, bukan? Karena mencari koki yang jago relatif susah, kalaupun ada, citarasa masakan belum tentu sama.

Sebaliknya di McDonald, si karyawan bertingkah dikit, yang didapat tulisan TRY HARDER :) Mau keluar juga banyak yang antri melamar. Mau melatih karyawan menggoreng kentang sudah ada manualnya. Mau melatih karyawan membuat McFlurry sudah ada takarannya. Mau membuat Cheese Burger sudah ada petunjuknya. Semuanya sudah ada guidance atau petunjuknya.

Terus apa yang membedakan antara restoran Chinese Food dan McDonald?

YES, betul SISTEMnya...!

Di McD semua sudah ada sistemnya. Mau buat burger, goreng kentang, goreng ayam, menyiapkan minuman, semua sudah ada manualnya. Siapa saja bisa mengerjakan.

Sementara di restoran Chinese Food, segala sesuatu hanya diketahui oleh koki yang bersangkutan, termasuk resep rahasianya :)

Dalam konteks pekerjaan atau organisasi, apakah organisasi anda sudah mempunyai SISTEM yang mendukung pekerjaan menjadi lebih EFEKTIF dan KREATIF?

Apakah setiap karyawan sudah mempunyai manual atau job description sehingga dengan membaca buku panduan bisa mengerjakan tugas sesuai ekspektasi ATAUKAH setiap karyawan baru harus anda ceritakan kembali apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya?

Apakah sistem komputerisasi anda sudah mempunyai manualnya sehingga dengan membaca buku panduannya sudah bisa mengerjakan tugas langkah demi langkah ATAUKAH setiap IT staf harus diajarkan kembali langkah demi langkah oleh anda in person?

Apa yang terjadi kalau suatu pekerjaan di organisasi anda hanya bisa dilakukan oleh 1 orang saja? Apa yang terjadi kalau yang bersangkutan keluar atau resign? Apa yang sudah anda lakukan untuk mengatasi hal ini?

Seringkali seorang manajer tidak bisa memecat karyawannya, walaupun tinggal tersisa yang BAD STOCK, karena tidak adanya SISTEM REWARD dan PUNISHMENT yang menarik EXTRA ORDINARY staf untuk tetap tinggal ataupun EXTRA ORDINARY employee untuk melamar.

Sebaliknya seorang manajer tidak bisa merekrut karyawan yang BERKUALITAS karena banyaknya orang-orang BAD STOCK yang ada dan untuk memecat mereka tidaklah mudah karena SISTEM yang tidak mendukung, misal karena titipan dari atasan, KPI yang tidak jelas sehingga tidak bisa mengukur mana yang perform mana yang tidak, dlsbnya.

Jadi?


Salam dan semakin SUKSES!

Putera Lengkong, MBA, LMNLP, CHt

www.PuteraLengkong.net/?p=375

Read More..

Selasa, 18 Mei 2010

Mengapa saya takut membeli sebuah produk atau jasa…?


Ketika seorang Sales Person mencoba untuk menjual produk/jasanya, mereka seringkali menemui PENOLAKAN. Penolakan tersebut, berdasarkan pengalaman, seringkali disebabkan oleh 9 ketakutan dasar.

Penolakan bagi seorang Sales Person yang PRODUKTIF dan PROFESIONAL merupakan suatu FEEDBACK yang memberitahukan untuk mengubah caranya atau menggunakan pendekatan yang berbeda. Tetapi sebelum mencoba dengan cara atau pendekatan yang lain, ada baiknya untuk mengenali beberapa ketakutan dasar yang melatarbelakangi penolakan untuk membeli produk/jasa yang anda tawarkan.

Dengan mengetahui 9 ketakutan dasar ini membantu anda untuk LEBIH CEPAT dan LEBIH BAIK dalam memahami ketakutan (PETA MENTAL atau MAP) pelanggan anda dan membantu mereka untuk mengatasinya.

Dengan memahami PETA MENTAL atau MAP pelanggan akan membantu anda untuk melihat dari persepsi seorang pelanggan, dan dari sana anda dapat mulai membangun keakraban (rapport).


KETAKUTAN PERTAMA: TAKUT TERHADAP ANDA
Generalisasi oleh sebagian orang: "Yang namanya Salesman itu tukang tipu semuanya!", "Semua Sales pasti akan bilang barangnya baik!", "Semua Sales mengganggu saja kerjanya, tidak mengerti kebutuhan pelanggan!"
Jadilah PENASEHAT! Penasehat membangun relasi, menunjukkan beberapa alternatif beserta plus minusnya, kemudian membantu pelanggan membuat keputusan yang sesuai untuk mereka. Jadilah TEMAN mereka! Kalau mereka menyukai dan percaya pada anda, tebak apa yang terjadi? YES, mereka akan mau membeli dari anda, bukan?

KETAKUTAN KEDUA: TAKUT BERBUAT KESALAHAN
Masih ingat PRINSIP DASAR menjual, bukan? Yaitu sebagai seorang Sales Person, anda dengan keinginan TULUS menolong orang lain mendapatkan manfaat dari produk/jasa yang anda tawarkan. Anda bisa membantu mengarahkan, meyakinkan, dan menenangkan mereka. Kalau anda tulus, saya yakin pelanggan dapat merasakan bola energi ketulusan anda, maka tebak apa yang terjadi? Mereka menjadi tidak takut berbuat kesalahan lagi karena mereka YAKIN bahwa anda dan produk/jasa anda adalah salah satu keputusan TERBAIK yang pernah mereka buat.

KETAKUTAN KETIGA: TAKUT DITIPU
Sebagai seorang Sales Person yang EFEKTIF dan KREATIF, anda perlu membangun sikap JUJUR, KREDIBILITAS serta INTEGRITAS! Ini berarti anda melakukan apa yang anda katakan atau janjikan. Seringkali seorang Sales Person, demi memenuhi targetnya, menjanjikan sesuatu di luar wewenang mereka ataupun tidak memberitahukan secara detil semua term dan kondisi yang berlaku. Bahkan yang lebih parah, setelah berhasil menjual produk/jasa lalu lepas tangan. Semua tanggung jawab dilemparkan ke bagian supporting/back office. Bangunlah sikap JUJUR, KOMITMEN, KREDIBILITAS, dan INTEGRITAS anda sebagai seorang Sales Person!

KETAKUTAN KEEMPAT: TAKUT BERHUTANG
Kebanyakan orang cenderung takut berhutang, terutama bagi mereka yang arah motivasinya AWAY (selalu melihat resiko dan mempertimbangkan hingga hal-hal yang detil). "Bagaimana kalau saya tidak mampu bayar cicilan?", "Apa yang terjadi kalau rumah dan segala harta benda saya disita?", "Bagaimana cara saya membayar hutang?", dlsbnya.
Yang perlu anda lakukan adalah menjelaskan kembali tentang PERTUKARAN MANFAAT, bahwa MANFAAT yang akan mereka terima akan LEBIH BANYAK dibanding INVESTASI yang harus mereka keluarkan. Anda harus bisa menjelaskan hal-hal teknis dengan detil sehingga ketika mereka bisa MELIHAT, MENDENGAR, dan MERASAKAN bahwa manfaat yang akan mereka terima lebih besar maka kemungkinan mereka membeli akan semakin besar, bukan?

Hingga saat ini, MENARIK, bukan? Dapat mengenali ketakutan-ketakutan dasar yang melatarbelakangi penolakan untuk membeli produk/jasa anda dan berusaha untuk mengatasinya?!

Tetapi sebelum kita lanjutkan dengan KETAKUTAN KELIMA hingga KESEMBILAN, silahkan anda PRAKTEKKAN terlebih dulu!
Saya terbiasa meminta peserta pelatihan untuk menepuk pundak sambil mengatakan kalimat berikut kepada rekan di sebelahnya: "PREN, TEORI SAJA TIDAK CUKUP! PRAKTEK DONG!"

Demikian pula, sahabat-sahabatku yang terkasih: "LAKUKANLAH, maka anda akan PAHAM!"
Dengan melakukan, anda akan mendapatkan sebuah FEEDBACK yang akan membawa anda ke pemahaman yang lebih tinggi.

Untuk KETAKUTAN KELIMA HINGGA KESEMBILAN, sudah saya sharing-kan di blog saya di www.PuteraLengkong.net/?p=366, silahkan MELUANGKAN waktu anda untuk mengunjunginya.


SELAMAT MENCOBA! Happy Tuesday!


Putera Lengkong, MBA, LMNLP, CHt
www.PuteraLengkong.net

Read More..

Minggu, 28 Maret 2010

"Saya tidak punya waktu" vs "Saya akan meluangkan waktu"


Salam Pagi yang Luar Biasa Rekan-Rekan Pembaca,

Berhati-hatilah dengan pernyataan “Saya tidak punya waktu”. Ada perbedaan yang sangat mendasar antara “Saya tidak punya waktu” dengan “Saya akan meluangkan waktu”. Seorang pemimpin harus mampu meluangkan waktu untuk hal-hal yang berhubungan dengan kesuksesannya.

Seorang pemimpin yang efisien mengerahkan dan membuat sejumlah besar anggota timnya untuk sibuk. Karena ketika seorang pemimpin sibuk dan tenggelam dalam rutinitas pekerjaan clerical, dia tidak akan lagi mempunyai helicopter view yang jernih untuk mengarahkan, memotivasi, dan mengubah rekan-rekan timnya.

Provocative Question: Apakah anda selalu tidak mempunyai waktu untuk hal-hal yang mendukung kesuksesan anda sebagai seorang pemimpin? Ataukah anda selalu mau meluangkan waktu bagi hal-hal yang mendukung pencapaian kesuksesan anda? Bagaimana anda membuat diri anda agar tidak sampai tenggelam dalam hal-hal yang rutinitas atau clerical?

Terus bersemangat dan tetap sehat!
Saya, Putera Lengkong, your partner in personal and organization growth.

Silahkan menghubungi Fitri dan Mei di 021 5292 1223 untuk menghadiri workshop 6 jam saya tentang “How to be an Effective and Efficient Supervisor” dan “Bring Up Your Leadership Potential in the Simple and Practical Way” di bulan April 2010.

Ketika Anda memBACA, meLAFALkan, dan kemudian meRASAkan bahwa Breakfast For Soul ini berMANFAAT untuk Anda dan rekan, atasan, bawahan, pasangan, orang tua, anak, silahkan UNDANG mereka untuk ikut berGABUNG dalam grup ini.

CARAnya:
1. Klik http://www.facebook.com/group.php?gid=322454646659
2. Klik "Undang Orang untuk Bergabung" di samping kiri
3. Pilih dan centang semua teman Anda
4. Klik "Kirim Undangan"
5. Klik "Bagikan+" agar Grup ini muncul di Dinding Anda

Dengan mengAJAK rekan, atasan, bawahan, pasangan, orang tua, anak untuk berGABUNG, Anda telah memBANTU mereka untuk memPUNYAi KUALITAS HIDUP yang lebih BAIK kelak di kemudian hari.

Read More..

Selasa, 17 Maret 2009

SUPERVISORY SKILLS - Two Days Workshop

Putera Lengkong in collaboration with Choice Management Consultants presents this powerful series of workshop :


Two Days Workshop

SUPERVISORY SKILLS


DATE & VENUE

1-2 April 2009

08.30 am – 05.00 pm

Choice Learning Center

Gedung Arthaloka, Lantai 11, Suite 1107

Jl. Jenderal Sudirman 2, Jakarta 10220


INVESTMENT FEE

Rp. 1.750.000,- per person

(including material, certificate, lunch, and coffee break)


INQUIRIES

Choice Management Consultants

Tel. 251-1460, 251-1462 Fax. 251-1459

Email training@choice-mc.com, choice@indo.net.id



PROGRAM DETAILS


ENHANCING YOUR SKILLS TO BECOME A SUCCESSFUL LEADER/SUPERVISOR


A. Program Background :

Generally employee in mid level likes being passive and waiting orders from his/her superior. They forget or sometimes are ‘shy’ to give feedback to their superior. Even, some do not have capability to deal with the matter. Better for them to let their superior to solve the problem.


Some of these mid level employees even do not know where and how to deal with the matter related to their function and position. They put their position equal like any other employees (their subordinate). They defend their subordinate instead of their superior. Are you familiar with this kind of person?


Research shows that 60-80% of workers are average. They are hard working, committed, but not being promoted. To be a successful leader or supervisor in your company, you have to be proactive and bring solutions to your superior.


People join a company because of financial compensation and reputation of the company. But as a leader, sometimes, we do not realise that they stay or leave because of the behaviour of the superior, colleagues, and recognition.


The most effective way to deal with difficult subordinates in the workplace is to first understand the different types of difficult personalities. Once these personalities are identified you can learn how to respond with strength and sensitivity through assertiveness leadership/supervisory training. Learn how to deal with difficult subordinates in the workplace by leading, driving, motivating, and transforming in a clear, direct and powerful way.


For example : Judy, your senior employee, has dominant character. Yola, your probation employee, has perfectionist character. How you can deal with them so they can get along? How if Yola feel being intimidated by Judy? How to make Judy can be open minded to Yola’s input?


Another example : Recently Yanto, a new employee, is being de-motivated and no longer have ambition to achieve monthly target. What type of situational leadership style to exercise with Yanto so he can have a passion to accomplish his target?


Footballers and all sports men can not play well if the rules are not clear. So do employees, they can not work well without clear rules. Therefore, it is the supervisor/leader’s job to enforce rules!


Various skills such as leadership, communication, coaching, counseling, goal setting, performance appraisal, will be intensively discussed in this program with the aim of developing you as a successful supervisor/leader and improving your existing skills.


B. Program Objectives :


After attending this program, participants will be better able to:


· understand their responsibilities, roles, and attitude as a supervisor/leader

· understand how to handle problems and take decisions

· identify the superior’s and subordinate’s character in order to cooperate effectively

· identify the superior’s and subordinate’s needs courteously and efficiently

· communicate professionally with the superior and subordinate

· resolve interpersonal conflict

· achieve desired outcomes for the organisation and themselves

· develop necessary skills to become a successful supervisor/leader


C. Who should attend :


This Program is recommended to all mid level managerial employees (supervisor, team leader, or those being promoted) who need to deal with superior and subordinate as part of their work role.


D. Methodology :


The course will be participative, involves discussion and sharing session, and based on participants' needs and experience. Skills practice, simulation or games, and role play to replicate 'difficult' scenarios in a safe experiential manner will be exercised. Practical activities will be debriefed and constructive feedback will be given to participants on how they can improve their skills. Where appropriate, insights from research and psychological models will be used.


E. Programs Coverage :


· Roles, responsibilities, and attitude of a star supervisor and leader

· How to handle problems and take decisions

· Managing conflict

· Identifying characters and coping with different personality types

· Common mistakes of a supervisor

· Implementing coaching and counseling techniques

· Implementing situational leadership styles

· Assertive communication

· Goal setting for individual and team

· Performance appraisal


F. Learning Partner :


Putera Lengkong, S.T., M.B.A.

Putera is recognised among his trainees for his excellent combination of applicable and theoretical training materials. His experience, in managing and directing the company, delivers him successfully to inspire and motivate others. His knowledge in automotive, finance, and retail industry supports him to confidently share his expertise to others. His area of expertise are : Leadership and supervising; Team Building and Creativity; Salesmanship; Service Excellence; Motivational and Change!; Communication, and so on.


He received his degree in industrial engineering from University of Atma Jaya, Yogyakarta in 2000. He received a scholarship to study his MBA at the Wolverhampton Business School, University of Wolverhampton, in the UK and completed his MBA in 2003.


His managerial experience in retail, education, automotive, and finance industry are a strong plus point for him to deliver this leadership/supervisory module.


His partnership and experience as a trainer in Pakis Foundation, Choice Management Consultants, and PT Inti Sumber Daya Manusia supports him to powerfully deliver the contents to his participants and to assist the learning process of his participants. His clients come from various background : multilevel marketing, education, bank, automotive, telecommunication, retail, NGO, media, and so on.


In conjunction with Bintang Dwi Nugroho Respati, Putera writes the Best Selling Book “Koleksi Games Seru : untuk Ice Breaker, Team Work, Leadership, Creativity, & High Ropes” (first in Indonesia complimented with VCD). For more information, please visit http://www.puteralengkong.com.


The author also spare some of his time to generate ideas on personal development, self improvement, self motivation, leadership, communication, and marketing which can be accessed through his personal blog at http://puteralengkong.blogspot.com.


G. Total Participants :


There will be up to 25 (twenty five) participants in one class.

Read More..