Jay Abraham - Income-Building Home Study System Package (eBook)
Tampilkan postingan dengan label motivational. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivational. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Agustus 2010

MEMODEL...


MEMODEL seseorang merupakan salah satu cara tercepat untuk meng-upgrade dan menambah sumber daya yang sudah ada.

Anda bisa memodel dengan mencari tahu proses mental orang tersebut (apa yang ia bayangkan atau imajinasikan, apa yang ia afirmasikan), mengamati dan mempelajari gerak-gerik, bahasa tubuh, mimik, ekspresi, cara berdiri, cara duduk, cara bergerak, cara berjalan, cara berjabat tangan, cara bicara, pemilihan kata-kata, intonasi, irama atau kecepatan suara, dlsbnya.

Anda bisa memodel rekan yang lebih berhasil (para TOP SALES misalnya), penyelia atau atasan yang efektif, bawahan yang percaya diri dan persuasif, suami/istri yang bijak, dlsbnya.

Pertanyaan dari seorang sahabat: “Kalau memodel seseorang berarti kita gak bisa lebih dari orang yang kita model donk? Ada saran yang lain? Atau dengan memodel seseorang itu kita mencari kekurangannya dan berusaha memperbaikinya?”

Yang kita model adalah EKSELENSI-nya. Contoh: seorang rekan jago dalam hal closing the sale. Kita bisa memodel proses mental di kepalanya beserta bahasa verbal ataupun non-verbal dari rekan tersebut. Bagaimana attitude-nya terhadap penolakan? Bagaimana bahasa tubuhnya ketika berkomunikasi dengan pelanggan? Apa yang dikerjakan atau dipersiapkan sebelum maupun sesudah bertemu dengan pelanggan? Bagaimana pemilihan kata-katanya, intonasinya, irama bicaranya? Dlsbnya.

Anda bisa mengecek kesesuaian diri dengan apa yang ingin dimodel dari si MODEL:

1. Lihat ke kiri atas (mengakses area visual memori/ mengingat), munculkan gambar si MODEL melakukan hal yang ingin Anda lakukan. Bayangkan dengan jelas bahasa tubuh, ekspresi, kata-kata, dll.

2. Lihat ke kanan atas (mengakses area visual mengkonstruksi), bayangkan diri anda melakukan apa yang persis dilakukan oleh si MODEL.

3. Lihat ke kanan bawah (mengakses area perasaan), rasakan diri Anda sedang melakukan apa yang persis dilakukan oleh si MODEL. Nikmati apa yang sedang Anda lakukan. Rasakan irama bernapas Anda, suhu tubuh, sensasi yang muncul di tubuh Anda. Cek bagaimana perasaan Anda.

4. Kalau PAS, simpanlah memori Visual, Auditory, Kinesthetic tersebut. Kalau KURANG PAS, cari MODEL lain, lakukan kembali langkah 1-3 sampai Anda merasa nyaman dan cocok.

Pembawaan dan gaya saya sebagai seorang Trainer dan Professional Speaker adalah hasil modelling terhadap guru-guru saya yang saya olah dan sesuaikan sehingga menghasilkan style saya yang sekarang.

Happy modelling!

Tetap sehat dan terus bersemangat! Happy Tuesday pren! :)

www.PuteraLengkong.net

Read More..

Rabu, 21 Juli 2010

NILAI DIRI Anda...?


Beberapa waktu yang lalu, sewaktu memberikan pelatihan di sebuah bank swasta terkemuka di Indonesia, saya bertemu dengan Office Boy (OB) mantan bawahan saya. Saya masih mengingatnya karena 'performance'-nya termasuk yang di bawah rata-rata. Datang seringkali terlambat, jam 3 sore dicari seringkali sudah tidak di tempat, ketika ada tamu seringkali orangnya menghilang.

Jadi mudah bukan untuk membuat atasan mengingat anda: jadilah yang terbaik (di atas rata-rata) atau jadilah yang terburuk (di bawah rata-rata)! :) Karena sudah banyak orang rata-rata, makanya atasan sulit untuk mengingat :)

Saya menyapanya dan bertanya tentang dirinya, pekerjaannya, keluarganya, dan kehidupannya sekarang. Mungkin sudah banyak perubahan karena sudah hampir 10 tahun kami berpisah (ketika itu saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah Pasca Sarjana di Inggris).

Ternyata, I was very suprised, saat inipun dia masih bekerja sebagai seorang OB dengan penghasilan tidak beda jauh dari penghasilannya 10 tahun yang lalu.

Dia mulai berkeluh kesah: hidup ini susah, cari pekerjaan sulit, kebutuhan pokok selalu melambung padahal gaji naik hanya sedikit, atasan tidak fair (tidak pernah memberikan kesempatan), rekan kerja tidak pernah mendukung, dlsbnya.

Sebelum dia curhat lebih lama, saya menyelanya: Semua itu adalah PILIHAN anda, anda yang membuat hal-hal yang disebutkan di atas terjadi! Dia KAGET?!

Saya (S): Coba pikirkan ketika anda masih bekerja bersama saya dulu, sudahkah anda memberikan yang terbaik yang bisa anda berikan? Apakah anda berusaha untuk selalu memberikan lebih atau ketika OB lain memberikan lebih, anda mencibir dan menyebut mereka sebagai 'penjilat' atau orang yang tidak 'realistis'?

Dia (OB): Tapi kan kami dibayar hanya UMR, kami berada di posisi paling bawah dalam hierarki organisasi, ngapain kami memberikan lebih dari job desc yang ada?

S: Nah itulah, ketika anda bilang ngapain memberikan lebih berarti saat itulah anda telah dinilai atau dicap tidak akan mampu untuk mengerjakan lebih dari job desc yang diberikan. Anda tidak akan pernah diberi kepercayaan lebih karena anda tidak pernah menunjukkan bahwa anda sebenarnya mampu.

OB: Tapi kami kan hanya OB, mana mungkin untuk naik jabatan. Sekali OB pensiunnya juga OB bukan?

S: Kata sapa? Apakah anda pernah bertemu dengan Tuhan dan Dia mengatakan bahwa nasib anda adalah sebagai seorang OB hingga anda pensiun? Kalau anda mau tahu, ada seorang OB seperti anda, yang pendidikannya hanya SMA, tapi dalam waktu 19 tahun bisa menjadi seorang Vice President bank asing terkemuka di Indonesia. Anda kaget?

OB: Tapi kalau saya melakukan dan memberikan lebih nanti saya disebut 'penjilat' atau 'carmuk' (cari muka) oleh rekan-rekan saya? Gimana dong?

S: Itulah yang membedakan orang rata-rata dengan orang di atas rata-rata. Orang rata-rata akan mencari alasan dan pembenaran diri untuk menyesuaikan GOAL yang ingin dicapai dengan kemampuan dirinya, sama seperti anda saat ini. Anda mencari 1001 alasan untuk membenarkan dan men-justifikasi perilaku, tindakan, dan kebiasaan anda, bahwa sebagai seorang OB ngapain bekerja dan memberikan lebih. Kan nasib anda hanya OB dan pensiun juga sebagai OB, betul bukan?

Beda dengan orang di atas rata-rata, mereka akan menyesuaikan KEMAMPUAN dengan goal yang sudah mereka tetapkan sebelumnya. Mereka akan terus meng-upgrade kemampuan untuk mencapai target dengan lebih cepat dan lebih baik. Mengapa anda tidak menggunakan 1001 alasan tadi untuk membantu anda untuk mencapai target atau tujuan hidup anda?

Buat 1001 alasan mengapa dan bagaimana anda harus mencapai target anda dibanding membenarkan dan men-justifikasi kenapa saya tidak berhasil!

OB: Termasuk memberikan dan mengerjakan lebih dari job desc yang diberikan?

S: Yesss! Ketika anda memberikan dan mengerjakan lebih dari nominal gaji anda yang dibayarkan berarti anda meningkatkan NILAI DIRI anda. Terus tingkatkan NILAI DIRI anda sehingga rekan kerja, atasan, bawahan, bahkan orang di luar organisasi tahu nilai diri anda! Ketika nilai diri anda luar biasa, orang lain yang akan 'hunting' dan memburu anda, bahkan berlomba-lomba untuk merekrut anda.

Sebaliknya ketika anda mau resign karena tidak ada kecocokan dan atasan sama sekali tidak berusaha menahan anda berarti nilai diri anda lebih rendah dibanding nomimal gaji yang dibayarkan. Ngapain atasan harus menahan anda yang di bawah rata-rata? Di luar sana ada jutaan pengangguran yang siap dan mau memberikan lebih dibanding anda :)

Seorang rekan yang sewaktu bekerja di bawah pimpinan saya, terus menerus mengeluh, komplain, dan tidak puas dengan gaji yang dibayarkan serta fasilitas yang diberikan. Ketika dia resign, saya tidak menahannya. Sekarang dia sudah menganggur hampir 1 tahun. Dia mencoba untuk berusaha tetapi ternyata hasil yang diperoleh tidak mencukupi biaya hidup keluarganya. Menunjukkan apa? Bahwa ternyata gaji yang saya bayarkan saat itu melebihi nilai dirinya (over paid), bukan?! :)

Jadi di sini, saya hanya memprovokasi anda: kerjakanlah dan lakukanlah melebihi nominal gaji yang dibayarkan sehingga otomatis anda meningkatkan nilai diri anda! atau sebaliknya, mengambil sikap sebagai penonton, menjadi 'komentator' yang setia, mencibir orang lain sebagai 'penjilat' atau 'tidak realistis', dan membenarkan serta men-justifikasi perilaku, tindakan, kebiasaan, dan belief anda yang kurang bermanfaat sehingga otomatis anda menurunkan nilai diri anda!

The choice is yours! :) Happy Wednesday pren!


Ketika anda membaca, mendengar, dan merasakan bahwa artikel ini bermanfaat, silahkan meluangkan waktu untuk memperoleh artikel sejenis dengan mengunjungi blog saya di www.PuteraLengkong.net.


Putera Lengkong, MBA, MNLP, CHt

Read More..

Senin, 05 Juli 2010

"Pentingnya Leadership Dlm Pengelolaan Bisnis UKM" di I-Radio 89.6 FM

Anda sekarang ini atau apa yang Anda capai saat ini adalah karena PILIHAN atau KEPUTUSAN yang Anda buat di waktu yang lalu. Tidak ada yg namanya KEBETULAN! Sy sdh mengalaminya :)

Silahkan meLUANGkan waktu Anda utk menikmati obrolan ringan & interaktif seputar "Pentingnya Leadership Dlm Pengelolaan Bisnis UKM" di I-Radio 89.6 FM pd hari Selasa tgl 6 Juli 2010 pk 7.30-9.00 pagi bersama saya & Cak Eko (Bakso Malang Kota). Semoga bermanfaat & dapat menginspirasi Anda. Siaran bisa didengar lewat Radio Streaming di www.iradiofm.com & Indovision Channel 514.


Putera Lengkong, MBA, CHt
www.PuteraLengkong.net

Read More..

Kamis, 03 Juni 2010

Sejauh mana POTENSI DIRI anda?


Menarik untuk mengamati peristiwa atau kejadian yang kita alami setiap harinya dan bingkai ke konteks yang lebih luas dan bermanfaat dalam kehidupan kita. Tadi pagi ketika mandi dengan shower, pertama-tama saya mengangkat tuas kerannya dan air mulai mengucur. Biasanya air yang mengucur sangatlah deras dan kencang tetapi koq pagi ini terasa pelan dan sedikit. Dan saya tetap meneruskan mandi sambil berkata dalam hati "ah palingan bentar lagi air akan kembali mengucur dengan deras". Tetapi sampai selesai sabunan, debit air masih tetap kecil dan pelan.

Ketika diletakkan dalam konteks kehidupan atau pekerjaan, seringkali orang melakukan sesuatu berdasarkan kebiasaan (habit), pengalaman, pengetahuan dan keterampilan, belief ataupun nilai-nilai yang dipercayainya. Karena sudah merasa NYAMAN maka mereka terus-menerus melakukannya walaupun seringkali hasil yang dicapai tidak optimal. Mereka berharap dengan terus-menerus melakukan hal yang sama maka keadaan bisa tiba-tiba berubah. Parahnya, mereka menganggap kebiasaan, pengalaman, pengetahuan dan keterampilan, serta belief yang dimiliki adalah satu-satunya cara atau kebenaran yang mutlak. Mungkin ini yang menjawab mengapa banyak karyawan yang rajin dan tekun bekerja selama 5 tahun, bahkan lebih, tetapi tidak mendapatkan kenaikan gaji, promosi jabatan, ataupun karir seperti yang diidamkan. Mungkin karena mereka terus-menerus dengan bersemangat, rajin, dan tekun mengerjakan hal-hal yang SALAH atau kurang berMANFAAT. Familiar dengan pernyataan ini? :)

Karyawan yang rajin datang pagi belum tentu menjadikan dia lebih dibanding rekan-rekan lainnya ketika dia datang lebih pagi hanya untuk bermain game ataupun chatting. Karyawan yang sering lembur dan terus-menerus pulang malam belum tentu menjadikan dia lebih berprestasi dibanding rekan-rekan lainnya ketika ternyata dia tidak mampu mengorganisir pekerjaannya dengan lebih EFEKTIF, waktu yang ada dipakai untuk gosip, ataupun mengerjakan hal-hal yang kurang relevan dan bukan prioritas.

Kembali ke peristiwa mandi tadi, yang terjadi saya membiarkan dan berharap agar air segera mengucur deras dan kencang kembali. Yang terjadi: air tetap mengucur pelan dan sedikit :) What do you expect? Di dalam konteks kehidupan dan pekerjaan, seringkali orang berharap dan berdoa agar segala sesuatunya kembali normal tanpa mau berusaha lebih EFEKTIF dan KREATIF. Apa yang terjadi? Ternyata kehidupan tetap tidak BERUBAH. Contoh: ketika mengambil keputusan, seringkali orang suka menunda dan membiarkan suatu permasalahan terpecahkan sendiri seiring dengan waktu. Yang terjadi? Tidak terjadi apa-apa, permasalahan tersebut tetap ada :) Seorang sales person seringkali meletakkan tanggung jawabnya ketika tidak mencapai target ke faktor eksternal di luar dirinya: rekan kerja yang tidak support, atasan yang tidak perhatian, sistem yang tidak mendukung, reward yang kurang menarik, kondisi ekonomi yang lagi lesu, situasi politik yang tidak kondusif, pejabat negara yang tidak kompeten, dan lain sebagainya. Apa yang terjadi? Permasalahan tersebut akan terus ada (target tidak akan pernah tercapai) selama dia membiarkan faktor eksternal yang mengambil alih dan bertanggung jawab atas pencapaiannya, prestasinya, karirnya, kehidupannya.

Kembali lagi ke kejadian mandi di pagi hari, karena rada bete akibat air yang mengucur sedemikian pelan dan sedikit, saya iseng mengangkat tuas kerannya lebih tinggi. Apa yang terjadi? Wowww...air mengalir kencang dan deras. Padahal tadi, sumpah, saya MERASA saya sudah mengangkat tuas tersebut hingga ke posisi tertingginya.

Seringkali di dalam kehidupan, orang MERASA bahwa itulah titik tertinggi yang bisa dilakukan, dicapai, dimilikinya. Ketika mereka menganggap situasi dan kondisi NYAMAN sebagai peak-nya maka mereka merasa tidak perlu lagi belajar dan meng-upgrade dirinya. Mereka merasa tidak perlu lagi men-stretch kemampuan ataupun potensi dirinya. Padahal yang statis di dunia ini adalah PERUBAHAN itu sendiri, bukan? Di dalam organisasi, berdasarkan pengalaman, orang resisten dengan yang namanya perubahan: sistem IT dirubah, reward dan punishment disesuaikan, atasan diganti, cara kerja dirombak, rekan kerja dirotasi atau dimutasi, dan lain sebagainya, seringkali disebabkan karena mereka harus meng-adjust kembali perubahan tersebut dengan kompetensi, pengetahuan, ataupun keterampilan yang dimilikinya. Dan ini seringkali TIDAK NYAMAN. Tetapi mungkin itulah harga yang harus dibayar kalau mau MAJU!

Seorang sales person atau karyawan yang berpindah-pindah kerjaan karena menganggap lingkungan kerja dan atasan atau rekan kerja yang tidak mendukung tidak akan pernah MAJU selama dia mencari sesuatu yang NYAMAN atau RUTIN untuk dia kerjakan. Karena mengerjakan hal yang NYAMAN atau RUTIN atau SAMA terus menerus akan memberikan hasil yang SAMA, bukan? (gaji tidak pernah naik) :)

Pertanyaan berikut mungkin bisa membantu anda? Ketika anda sudah berpuas diri dan merasa nyaman, maka tanyakan ini ke diri anda: BERAPA KALI ANDA SUDAH MENCOBA SEHINGGA DAPAT BERKESIMPULAN BAHWA INI ADALAH PUNCAK ANDA? DARI MANA ANDA TAHU ANDA SUDAH MENCAPAI PUNCAK? JANGAN-JANGAN MALAH ANDA SEDANG MENURUNI BUKIT KARENA NYAMANNYA?

Lihatlah kembali POTENSI DIRI anda, mungkin sembari guyuran air shower membasahi tubuh anda :) STRETCH kembali potensi dan sumber daya internal anda! Ambil kembali TANGGUNG JAWAB bahwa anda sendirilah yang menentukan mau anda arahkan ke mana hidup anda tersebut! EFEKTIF dan KREATIFlah dalam melakukan CARA-CARA untuk mencapai tujuan anda dan dalam membina relasi dengan sesama anda!

Salam dan semakin SUKSES untuk anda, sahabat-sahabatku!


Putera Lengkong, MBA, CHt
www.PuteraLengkong.net


NB: Silahkan dapatkan bacaan sejenis dengan meluangkan waktu anda untuk mengunjungi blog saya di www.PuteraLengkong.net.

Read More..