Kamis, 07 Juni 2007

Hari Kedua - 7 Area Keseimbangan Hidup


Hari Kedua
MENTAL


Kompetisi yang semakin meningkat terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Makassar membuat kita harus memiliki kemampuan dan kekuatan untuk berpikir, menentukan, dan bertindak secara positif dan efektif.

Mengapa?

Dengan berpikir positif dan efektif, kita dapat mengendalikan stres karena stres yang berlebihan dapat menimbulkan gangguan fisik yang menyengsarakan kita.

Beberapa kiat dari Dokter E Mudjaddid SpPD KPsi untuk mengurangi stres :

a. Mengerti dan mengenali gejala stres, yaitu kelelahan, kehilangan atau meningkatnya napsu makan, sakit kepala, sering menangis, sulit tidur atau tidur berlebihan, perasaan was-was, dan frustrasi.

b. Selalu berpikir dan berperilaku positif. Tindakan ini bisa meringankan perasaan. Coba, berapa banyak dari kita yang jika di depan pekarangan rumah kita ditaruh tahi sapi oleh tetangga kita, maka kita akan langsung marah, mengucapkan sumpah serapah dan seisi kebun binatang :), bahkan mau melabrak tetangga kita tersebut?

Saya pernah membaca kisah seorang psikolog Amerika terkenal, Virginia Satir yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming). Salah satu teknik yang dipakai adalah Reframing, yaitu bagaimana kita membingkai ulang sudut pandang kita sehingga sesuatu yang tadinya negatif dapat menjadi positif.

Contoh: saya tinggal berdua dengan adik saya di sebuah apartemen di Jakarta tanpa pembantu. Sehingga pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci piring, memasukkan cucian ke 'washing machine', dll harus dilakukan sendiri. Kadang setiap malam sehabis pulang kerja, saya suka stres dengan kondisi apartemen yang kotor, piring tidak dicuci, pakaian kotor bertumpuk, dll. Saya katakan kepada diri saya “Tidak bisa seperti ini terus!”.

Saya membingkai kembali pikiran saya dengan hal-hal positif : jika ada piring kotor berarti adik saya ada di rumah dan makan yang teratur, jika ada pakaian kotor berarti adik saya tidak keluyuran dan masih punya pakaian untuk dipakai, dst…dstnya. Tetapi tentu saja saya juga sudah mewanti-wanti adik saya untuk ikut serta menjaga kebersihan unit apartemen. Dibandingkan kalau saya minta adik saya untuk kost selain menyebabkan hubungan menjadi renggang juga biaya yang dikeluarkan lebih besar.

Sama dengan tahi sapi pada cerita di atas. Itu dapat digunakan sebagai pupuk bukan? :)

c. Mengatur waktu. Misalkan kita selalu stres setiap kali terjebak kemacetan maka untuk menghindari stres ini, kita mengatur waktu yang tepat ketika hendak berkendara atau mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan.

Contoh lain : tidak menunda-nunda pekerjaan sebab melakukan pekerjaan yang bertumpuk-tumpuk dalam waktu yang terbatas, bisa menimbulkan stres.

d. Lakukan aktivitas fisik, dan jangan lupa makan secara teratur. Anda masih ingat cerita saya di artikel hari pertama untuk melakukan aktivitas fisik minimal 20-30 menit dan makan secara teratur?

e. Relaksasi. Caranya bisa bermacam-macam, yang penting Anda bisa merasa rileks. Saya paling suka sebulan 2 kali di-creambath :) Karena setelah itu otot-otot yang tadinya tegang menjadi kendur dan kepala terasa ringan. Menjelang tidur mendengar lagu syukur dan relaks.

f. Menyeimbangkan kerja otak kiri dan kanan. Di kantor saya menggunakan otak kiri saya untuk melakukan hal-hal yang berhubungan dengan analisis, membuat daftar, menggunakan logika dan angka-angka tetapi di malam hari saya menyempatkan diri menggunakan otak kanan untuk membaca komik sehingga dapat melatih daya imajinasi dan menghayal.

g. Bersikaplah toleran, lentur, dan menyesuaikan diri dengan keadaan.

h. Berusahalah untuk selalu antusias, dan jangan lupa untuk bercanda atau humor. Suasana yang tegang membuat kita lebih mudah untuk melakukan kesalahan dan syaraf-syaraf kita yang terlalu waspada dapat menyebabkan kelelahan.

i. Bersikap bijaksana.

j. Lakukan pendekatan spiritual dan agama. Saya yakin usaha yang dilakukan secara bersungguh-sungguh dengan baik dan benar disertai dengan kekuatan doa pasti akan menghasilkan keajaiban-keajaiban.

Untuk menjaga keseimbangan area kehidupan secara mental, saya sharing-kan beberapa hal yang pernah dan terus saya jalankan sampai sekarang:

1. Mempraktekkan metode sederhana seperti : senyum, berdoa, mengucapkan secara berulang kata-kata yang positif, bernyanyi, dan memilih kata-kata yang membangun.

Coba Anda bayangkan jika Anda berpapasan dengan atasan ataupun bawahan Anda dan tampang mereka tidak pernah tersenyum. Apa yang Anda rasakan? Coba bandingkan jika Anda bertemu dengan mereka dan mereka tersenyum kepada Anda! Seperti itulah kekuatan senyum.
Anda sudah membaca buku karangan Masaru Emoto tentang The True Power of Water? Di sana dikatakan bahwa jika Anda mengucapkan kata-kata yang positif atau dengan mendoakan maka kristal air yang terbentuk akan sangat bagus dibandingkan jika diberikan kata-kata negatif maka kristalnya akan rusak.

Guru saya Pak Tung juga mengiyakan dengan contoh butiran nasi. Butiran nasi yang baru ditanak setelah setengah jam dimasukkan ke dalam toples. Butiran yang satu selalu didengarkan kata-kata positif hasilnya akan timbul ragi yang harum baunya tetapi butiran yang didengarkan kata-kata negatif akan timbul jamur. Boleh dicoba :)

2. Membaca bahan-bahan bacaan yang positif dan meningkatkan kreatifitas dalam berpikir.

Bacaan yang positif akan mengobarkan dan menguatkan semangat kita untuk mencapai tujuan dan mimpi-mimpi kita. Otak kita terlatih untuk mencari nikmat dan menghindari sengsara. Diceritakan oleh Pak Tung, jika kita dalam keadaan terdesak sampai hampir mati maka otak kita akan berputar sangat keras untuk mencari cara menyelamatkan diri kita.

Jika kita sering membaca tabloid-tabloid / koran-koran yang isinya penuh dengan kejahatan, kekerasan, pemerkosaan, penembakan, pembunuhan, maka otak kita akan selalu berpikir negatif dan cuek tetapi jika di lain pihak kita mengimbangi dengan bacaan-bacaan yang memberikan inspirasi dan semangat maka otak kitapun akan penuh dengan rasa syukur akan kehidupan yang kita jalani sekarang dan otak kitapun akan menjadi waspada seperlunya (bukan negatif yang berlebihan) terhadap kehidupan ini.

3. Mendengarkan lagu-lagu yang memberikan inspirasi dan pidato / wejengan yang membangkitkan semangat.

Lagu-lagu motivasi sangat membantu kita untuk mengubah mood kita, mengubah semangat kita dari loyo menjadi energik. Saya terbiasa mendengar lagu-lagu yang energik di pagi hari sehingga memberikan suatu luapan semangat untuk memulai hari yang baru dengan puji dan syukur serta semangat yang melimpah. Lagu-lagu perjuangan pun seperti yang Anda lihat selalu dinyanyikan dengan semangat dan sikap tubuh yang tegap.

Saya paling suka menyanyikan lagu “Mars De Britto” dengan tangan kanan menyilang ke bahu kiri :) De Britto adalah nama SMA saya di Yogya :)

4. Menvisualisasikan hal-hal yang positif dan membangun

Dengan menvisualisasikan hal-hal yang positif akan membantu kita untuk lebih mudah dan cepat dalam mencapai tujuan dan mimpi kita. Misalkan saya mencatat di buku tabungan saya senilai 1 Milyar dalam jangka waktu 3 tahun ke depan. Dengan membayangkan kesenangan yang akan saya dapatkan pada waktu saya mempunyai uang tersebut maka saya setiap hari akan menjadi lebih terpacu untuk mengumpulkan uang sejumlah tersebut.

Dengan menempelkan poster ‘dalam 3 bulan ke depan, saya harus menghasilkan USD 1,000 saya yang pertama lewat internet marketing’ membuat saya membayangkan jika saya mendapatkan jumlah tersebut yang dapat menjadi minimal pasif income setiap bulannya maka saya akan lebih bahagia. Sehingga membuat saya terus berkutat di depan komputer hingga larut malam termasuk ketika membuat artikel ini :)


Sekian hari ini
dan
Salam Sukses untuk Anda…!

Tidak ada komentar: