Rabu, 20 Juni 2007

Hari Keempat - 7 Area Keseimbangan Hidup

Hari Keempat
SOSIAL


Memiliki pengertian, menerima, dan membangun hubungan yang akrab dengan orang lain secara bertanggung jawab dan saling tolong menolong.

1. Menciptakan kepribadian yang bersahabat dan tulus

Tulus artinya memberikan tanpa pamrih, tanpa mengharapkan balasan. Ada orang-orang yang melakukan sesuatu dan mengharapkan pamrih daripadanya sehingga tanpa imbalan orang tersebut tidak akan mau melakukannya. Jangan pernah kuatir dengan apa yang akan Anda peroleh. Fokus saja pada apa yang dapat Anda berikan karena apapun yang Anda kirim ke Alam Semesta akan datang kembali kepada Anda (Hukum Sebab Akibat, salah satu Hukum Alam yang mendukung Hukum Daya Tarik).

Sewaktu saya menawarkan produk (motor) dengan harga lebih mahal (bahkan ditambah ongkos antar) tetapi ketika saya bersungguh-sungguh dan tulus, orang lebih memilih untuk membeli dari saya dibandingkan dari kompetitor. Atau dalam bahasa Mandarin “Yong Xin Fu Wu” – melayani dengan hati.

2. Mengerti dan menghargai kebiasaan dan tradisi orang lain

Indonesia penuh dengan kultur budayanya yang beraneka ragam. Tren Cipika Cipiki (Cium Pipi Kanan & Kiri) adalah sangat lazim di negara-negara Barat seperti Amerika, Canada, Inggris, Jerman, Prancis, dll. Saya yang pernah kuliah beasiswa di Inggris pun merasakan ketika budaya cipika-cipiki tersebut saya bawa ke Indonesia, hasilnya adalah tidak baik karena umumnya masyarakat kita belum bisa menerima hal tersebut.

SMA saya di Yogya mengajarkan nilai-nilai Kristiani yang kuat (Ad Maiorem Dei Gloriam – untuk kemuliaan Allah yang lebih besar), pendidikan yang bebas tetapi bertanggung jawab, dan keperdulian sosial terhadap sesama (Man for Others). Contoh: pakaian boleh tidak seragam tetapi sopan, bisa mengenakan sepatu sandal. Tetapi ketika kami datang ke Departemen P&K wilayah Yogya, kami dicemooh sebagai anak berandalan.

3. Meningkatkan penampilan dan etika pergaulan

Orang lain pertama kali akan menilai dan melihat kita melalui cara kita berpakaian, berjalan, berbicara, melihat, duduk, makan dan minum, bekerja, berjabat tangan, menata rambut, dll yang semuanya adalah penampilan luar kita.

Anda tentunya tidak akan menerima seorang calon karyawan sebagai petugas cleaning service jika penampilan luarnya kumal, kuku panjang dan kotor, rambut tidak rapi, bau badan/ mulut yang berlebihan, dll karena secara logika bagaimana orang ini dapat membersihkan kantor jika penampilan fisiknya sendiri tidak dijaga.

4. Memperlakukan orang lain seperti yang kita ingin orang lain perlakukan terhadap kita

Katakanlah hal-hal yang baik kepada setiap orang. Perlakukan setiap orang dengan hormat dan itu semuanya akan kembali ke Anda.

Seperti puisi berikut:

Setiap tetes air yang keluar dari mata air, tahu mereka mengalir menuju ke laut.
Meski harus melalui anak sungai, selokan, kali keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan.
Bahkan, ketika menunggu di samudra, setiap tetes air tahu bahwa suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung.
Menjadi awan dan menurunkan hujan.
Sebagian menyuburkan rerumputan, sebagian tertampung dalam sumur-sumur.
Sebagian kembali ke laut.
Adakah sesuatu yang sia-sia dari setiap tetes air yang kita temui di selokan rumah kita ?

Adakah yang akan sia sia dari apa yang kita lakukan dan kita berikan ??

Sumber : Unknown


5. Membantu orang lain dengan menjadi anggota dan pemimpin dari pelayanan suatu komunitas, klub, dan badan-badan profesional

Dengan bergabung dalam suatu klub, komunitas, dan badan profesional akan lebih membuka cakrawala berpikir dan bersosialisasi kita karena di situ kita akan bertemu dengan orang yang memiliki visi yang sama, misi yang sama, paradigma yang sepaham.

Ada profesional yang bila ditanyai berapa relasi yang dia ingat, di dalam maupun di luar perusahaan, hanya bisa menghitung sampai angka 20. Tapi coba bandingkan dengan profesional yang mempunyai ratusan relasi, keluarga, kerabat, tetangga, teman, atasan, manajemen top, dsbnya. Relasi yang banyak, tepat, dan benar akan lebih memudahkan jalan kita dalam mencapai kesuksesan.

Portofolio sosial kita bukan terdiri dari orang-orang yang kita kenal, tetapi dari orang-orang yang kenal dan mengingat kita.

Tidak ada komentar: