Jay Abraham - Income-Building Home Study System Package (eBook)

Minggu, 15 Juli 2007

Hari Keenam - 7 Area Keseimbangan Hidup


Hari Keenam
KARIR


Mencari cara untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik di dalam profesi ataupun karir

Terkadang dalam karir atau profesi kita, kita merasa karir kita sudah mentok. Kita merasa bahwa itulah puncak karir kita dan kita boleh berpuas diri karena di situlah batas kemampuan kita. Apakah memang demikian?

Coba bandingkan dengan cerita berikut :

Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya.

Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan di sana selama satu hingga dua minggu?

Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja!
Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang.

Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.

Ia mulai berpikir, "Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini."

Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. AMAN.
Dia tidak membentur.

Saat itulah dia menjadi sangat yakin, "Nah benar kan? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!"

Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api.

Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat.

Sumber : Unknown

1. Melakukan analisis pribadi terhadap kinerja pekerjaan secara mingguan maupun bulanan. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi apakah yang kita kerjakan sudah mengarahkan kita ke cita-cita atau tujuan atau mimpi kita. Karena apabila kita tidak pernah melihat apa yang sudah dan sedang kita kerjakan, niscaya kita akan tenggelam terus menerus dalam aktivitas tersebut tanpa mampu keluar dari dalamnya. Akhirnya, pekerjaan tersebut akan menjadi suatu rutinitas yang menjemukan, menjadi suatu kebiasaan, menjadi suatu pola hidup dan kita akan merasa nyaman tanpa mau berusaha lebih.

Pernah mendengar pepatah “Orang Gila adalah orang yang mengharapkan hasil lebih tapi melakukan hal yang sama terus menerus”. Contoh : seorang salesman bulan ini jualan 4 unit motor dengan mengunjungi 1 klien selama seminggu. Apakah mungkin dia di bulan berikut berjualan 8 unit jika tetap mengunjungi 1 klien selama seminggu?

Ambil contoh di atas, jika salesman tersebut bercita-cita menjadi seorang Sales Manager, apakah dengan hanya berjualan 4 unit motor per bulan, dia bisa mencapai cita-cita nya tersebut?

2. Mengorganisasi, merencanakan dan menjalankan dengan kinerja yang memuaskan dengan menerapkan manajemen pengelolaan waktu dan prinsip-prinsip menetapkan sasaran/target.

Goal anda harus S.M.A.R.T, yaitu:
Spesific : Spesifik/jelas – saya ingin menjadi Manajer Pemasaran bukan saya ingin menjadi Manager atau saya ingin take home pay per bulan Rp 5 juta bukan saya ingin penghasilan yang banyak.
Measurable : Terukur – untuk menjadi Manajer Pemasaran saya harus berinvestasi setiap bulannya Rp 300 rb utk training/ikut seminar, Rp 100 rb utk beli buku-buku/ cd/ film yang berhubungan dengan pengembangan soft skills, dll selama jangka waktu 2 tahun. Dalam jangka waktu 2 tahun, saya harus menguasai skill memotivasi bawahan, skill mengoperasikan MS office, skill berkomunikasi, dll.
Attainable : Dapat dicapai – Sales Manager bukanlah cita-cita yang tidak dapat dicapai karena misalkan saya mencintai marketing, saya suka memotivasi rekan kerja, saya suka berkomunikasi, saya menguasai strategi pemasaran, dll.
Realistic : Realistis – untuk mencapai posisi sebagai Sales Manager perlu waktu 3 tahun tapi itu realistis untuk dicapai. Posisi tersebut realistis untuk dicapai tapi cukup menantang kita untuk mencapainya.
Time Limit : Ada batas waktu – artinya untuk mencapai posisi tersebut harus ada batas waktu, misalkan dalam 2-3 tahun. Jangan menetapkan target tersebut untuk seumur hidup, artinya jika dicapai yah bagus jika tidak dicapai yah tidak apa-apa.

3. Menghadiri kursus dan seminar-seminar mengenai motivasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian.
Sudah tidak jamannya lagi mengharapkan perusahaan atau pihak lain bertanggung jawab atas pengembangan diri kita. Contoh : “jelas aja metodenya konvensional karena karyawan tidak pernah di training di luar”. Profesional yang berhasil adalah mereka yang meyakini bahwa tanggung jawab untuk masa depan dan pengembangan karier ada di tangannya sendiri.
Perusahaan tidak pernah membayarkan saya untuk mengikuti training, tetapi dengan training yang saya investasikan sendiri, paling tidak saya sudah mengisi diri saya dengan pengalaman-pengalaman positif baru secara emosional dan spiritual.

Coba Anda bayangkan sebuah gergaji yang dipakai untuk menebang pohon secara terus menerus. Jika tidak diasah/ dirawat, setelah 2-3 bulan apa yang terjadi? Gergaji tersebut tidak akan bisa lagi menebang pohon secepat ketika dia masih tajam/ sesudah diasah.

4. Membaca buku, majalah dan catatan-catatan yang berhubungan dengan profesi pekerjaan.
Output/ tingkah laku/ kebiasaan seseorang didasarkan pada input/ pengalaman/ pelajaran yang diterimanya. Jika kita setiap hari mendengar berita kekerasan, perampokan, pembunuhan, mutilasi di Koran tanpa diimbangi dengan input yang positif, dipastikan output kita akan mudah cemas, takut keluar rumah, antipati terhadap orang lain, cuek, tidak ramah, dsb nya.

Gunakan teknik speed reading seperti scanning, untuk menyerap bacaan dalam waktu singkat, mengingat banyaknya materi bacaan sehubungan dengan industri dan profesi yang kita tekuni tidak bisa kita cerna semuanya.

Paksakan diri untuk mengingat dan mengotak-atik data dan fakta karena sampai kapan pun sebagai seorang professional, kita perlu fakta dan data bila ingin mengambil keputusan atau memecahkan masalah.

5. Berkonsultasi dengan atasan, rekan sekerja, dan pembimbing mengenai pengembangan karir dan profesi.

Ini bukanlah menjilat. Saya pernah mempraktekkan hal ini. Dengan melakukan ini, saya jadi tahu dengan lebih jelas ‘career path’ saya, bagaimana cara untuk mencapainya, skills dan knowledge seperti apa yang diperlukan untuk mencapainya, dsbnya. Hal ini sangat membantu untuk mengevaluasi apakah saya sudah lebih dekat dengan cita-cita atau mimpi saya pada poin 1 di atas. Kebanyakan orang tidak pernah berkonsultasi tentang pengembangan karirnya dengan atasannya akibatnya dia akan berjalan seperti seorang musafir di padang gurun tanpa penunjuk arah yang jelas tapi dia tetap berjalan sampai akhir hayatnya.

Jangan pernah berhenti berinvestasi pada diri kita masing-masing, niscaya orang lain, pihak lain, perusahaan juga tidak akan ragu-ragu untuk berinvestasi pada diri kita. Amin.

Salam sukses untuk Anda!

Read More..

Sabtu, 30 Juni 2007

Hari Kelima - 7 Area Keseimbangan Hidup


Hari Kelima
KEUANGAN


Bukan seberapa banyak uang yang kita hasilkan tetapi seberapa bijak kita mengontrol dan menangani uang kita.

Contoh:
Mike Tyson, seumur hidupnya dia membuat uang USD 312 Juta atau senilai 2,808 milyar rupiah (1 USD = IDR 9,000). Ternyata pada umur 40 tahun, Mike Tyson sudah dinyatakan bangkrut dan masih mempunyai hutang USD 35 Juta atau 315 milyar rupiah karena gaya hidup, mental, mindset, tingkah laku, dan kebiasaan nya.

Berikut adalah beberapa tips untuk mengelola uang Anda secara lebih bijak:

1. Perlakukanlah uang Anda dengan bijaksana dan investasikanlah untuk membuatnya berkembang.

a. Investasi yang aman ciri-cirinya: bunga/ yield di bawah 15% per tahun dengan tingkat keberhasilan sekitar 95%.
Minimal 10% dari penghasilan Anda disisihkan ke dalam investasi ini. Jangan pernah menggunakan alokasi dana dalam investasi aman kecuali ketika bunga/ hasilnya sudah cukup untuk membiayai gaya hidup Anda. Jika dana cadangan habis, lebih baik berhutang karena akan lebih termotivasi untuk mengembalikan.

b. Investasi yang tumbuh ciri-cirinya: bunga/ yield 15-100% per tahun dengan tingkat keberhasilan sekitar 50% – 95%.

2. Sisihkan minimal 20% untuk cadangan 6 bulan biaya hidup atau untuk membayar hutang (bila ada) atau diinvestasikan dalam investasi yang tumbuh.

3. Rencanakan dengan bijaksana pemanfaatan maksimal 70% dari sisa gaji bulanan anda.

Menurut Pak Tung dalam bukunya Financial Revolution, orang-orang yang mampu menunda kesenangan ternyata mendapatkan nilai yang lebih baik di sekolah, menjadi karyawan yang lebih baik, bahkan menjadi pengusaha yang lebih sukses dibanding teman-teman mereka yang tidak mampu menunda kesenangan.

4. Persiapkan laporan penggunaan uang anda per-bulan.

Buatlah laporan kas sederhana sehingga Anda dapat memonitor alur cash flow penghasilan dan pengeluaran Anda, pos mana yang masih bisa diperketat atau dikurangi atau ditunda kesenangannya, pos mana yang bisa ditambah, dan lain sebagainya. Karena pengalaman pribadi saya sewaktu belum membuat laporan kas ini, saya tidak mengetahui ke mana larinya penghasilan saya. Ternyata setelah ditelusuri dengan meningkatnya penghasilan, meningkat pula gaya hidup konsumtif saya.

Setelah menerapkan pembuatan laporan penggunaan bulanan dan menunda kesenangan, perlahan-lahan saya mulai bisa secara bijak mengatur penggunaan penghasilan saya. Beri penghargaan, pergi bersenang-senang, habiskan sejumlah rupiah jika setelah 3 bulan Anda mampu mengatur alokasi aset (diambil dari yang maksimal 70% bisa Anda habiskan).

5. Tetapkan sasaran/ target keuangan anda secara realistik dan spesifik.

Tanyakan pertanyaan tersebut kepada diri Anda : Seberapa cepat Anda mau merdeka secara financial : 3 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun? Seberapa banyak yang mau Anda sisihkan setiap bulan ke dalam investasi aman atau bertumbuh?

Target ini harus jelas! Seperti ketika seseorang ingin bangun sepagi mungkin. Pertanyaannya sepagi mungkin itu jam berapa? Jam 7 kah? Jam 8 kah? Jam 9 kah? Atau jam 4 kah? Jam 5 kah? Jam 6 kah? Suka-suka! Demikian pula dengan sasaran keuangan Anda harus jelas, jika tidak sasaran tersebut tidak akan dapat tercapai secara penuh.

Salam sukses untuk Anda!

Read More..

Jumat, 29 Juni 2007

Thank God - Why I'm So Special???

Jennie S. Bev in her blog http://www.jennieforindonesia.com/?p=341 arranges contest of article-writing with topic

“Why I’m So Special?”

Jennie is known for her book “Success Mindset” and “The Greatest Success Secret”

The simple answer is because NO ONE is exactly the same with me. God creates me differently from others.

I feel so special every day because I always say “Thank You God for what I have been blessed and gifted” and “Thank You God for what I am blessed and gifted”.

The point of Why I’m So Special is Thank God!

Below are some points of Why I’m So Special: (The rule here is I compare with most people in the world)

Thank God because I still have parents. Both of them! Some don’t have (die, divorce, some even don’t know who their parents are)
Thank God because I have all my brothers worked.
Thank God because I have jobs. I’m not unemployment. Most don’t have a job.
Thank God because I can eat proper food 3 times a day. Most can’t even have 1 time for a day
Thank God because I am healthy
Thank God because I have my own car
Thank God because I have my own apartment. Most don’t have house
Thank God because I have many friends supporting me
Thank God because I learn something new from Jennie’s blog
Thank God because I am alive today!
And a lot more…

In this moment, I want to ask readers to do exactly the same thing to Thank God. Please write down at least 10 reasons for Thank God! Starting now…!

Even if you do not know what to Thank God, just write down anything! Anything! Feel and try to compare with most people out there how special you are!

I assure you afterwards you will feel so special, so blessed, and so gifted…!

Take action Miracle happens, No Action Nothing happens!

Good luck and best wishes to you all!


Putera Lengkong
Director, Motivator, Trainer
http://puteralengkong.blogspot.com


Thank God is an absolute way to attract more goodness and kindness into your life ~ Marci Shimoff

Read More..

Rabu, 20 Juni 2007

Miscommunication

Kesalahan komunikasi yang kita lihat dari memo di samping ini sering terjadi dalam kehidupan kita baik di kantor, di rumah, di sekolah, terhadap pasangan, terhadap atasan, terhadap bawahan, terhadap teman, terhadap keluarga, dll

Marilah kita bersama-sama memastikan bahwa apa yang ucapkan adalah sesuai dengan yang kita pikirkan dan apa yang kita sampaikan kepada orang lain adalah sesuai dengan yang kita maksudkan!

MEMO Dari : CEO
Kepada : Manajer

Hari ini pk 11 siang akan ada gerhana matahari penuh, yaitu kejadian di mana matahari akan menghilang di belakang bulan selama 2 menit. Karena ini kejadian langka maka karyawan diperbolehkan untuk melihatnya dari area parkir. Staff harus berkumpul pk 10.50 di area parkir di mana saya akan memberikan sedikit pidato tentang gerhana matahari ini. Kaca mata pengaman akan disewakan.



MEMO Dari : Manajer
Kepada : Kepala Departemen

Hari ini pk 10.50 semua karyawan harus berkumpul di area parkir. Ini akan diikuti oleh gerhana matahari yang akan terjadi selama 2 menit. Dengan menyewa kacamata, karyawan akan aman. CEO akan berpidato sebelumnya untuk memberikan beberapa informasi. Pidato ini tidak terjadi setiap hari.

MEMO Dari : Kepala Departemen
Kepada : Manajer Operasional

Hari ini CEO akan berpidato untuk menghilangkan matahari selama 2 menit dalam bentuk gerhana. Kejadian ini langka jadi karyawan diminta untuk berkumpul di area parkir pk 10 atau 11. Ini akan aman jika karyawan membayar.

MEMO Dari : Manajer Operasional
Kepada : Supervisor

Sepuluh atau sebelas staff diminta ke area parkir, di mana CEO akan membuat gerhana matahari selama 2 menit. Ini tidak terjadi setiap hari. Ini akan aman dan seperti biasa karyawan harus membayar.

MEMO Dari : Supervisor
Kepada : Staff

Sejumlah staff diminta ke area parkir hari ini untuk melihat CEO menghilang. Sayang kejadian ini tidak terjadi setiap hari. :)

Read More..

Hari Keempat - 7 Area Keseimbangan Hidup

Hari Keempat
SOSIAL


Memiliki pengertian, menerima, dan membangun hubungan yang akrab dengan orang lain secara bertanggung jawab dan saling tolong menolong.

1. Menciptakan kepribadian yang bersahabat dan tulus

Tulus artinya memberikan tanpa pamrih, tanpa mengharapkan balasan. Ada orang-orang yang melakukan sesuatu dan mengharapkan pamrih daripadanya sehingga tanpa imbalan orang tersebut tidak akan mau melakukannya. Jangan pernah kuatir dengan apa yang akan Anda peroleh. Fokus saja pada apa yang dapat Anda berikan karena apapun yang Anda kirim ke Alam Semesta akan datang kembali kepada Anda (Hukum Sebab Akibat, salah satu Hukum Alam yang mendukung Hukum Daya Tarik).

Sewaktu saya menawarkan produk (motor) dengan harga lebih mahal (bahkan ditambah ongkos antar) tetapi ketika saya bersungguh-sungguh dan tulus, orang lebih memilih untuk membeli dari saya dibandingkan dari kompetitor. Atau dalam bahasa Mandarin “Yong Xin Fu Wu” – melayani dengan hati.

2. Mengerti dan menghargai kebiasaan dan tradisi orang lain

Indonesia penuh dengan kultur budayanya yang beraneka ragam. Tren Cipika Cipiki (Cium Pipi Kanan & Kiri) adalah sangat lazim di negara-negara Barat seperti Amerika, Canada, Inggris, Jerman, Prancis, dll. Saya yang pernah kuliah beasiswa di Inggris pun merasakan ketika budaya cipika-cipiki tersebut saya bawa ke Indonesia, hasilnya adalah tidak baik karena umumnya masyarakat kita belum bisa menerima hal tersebut.

SMA saya di Yogya mengajarkan nilai-nilai Kristiani yang kuat (Ad Maiorem Dei Gloriam – untuk kemuliaan Allah yang lebih besar), pendidikan yang bebas tetapi bertanggung jawab, dan keperdulian sosial terhadap sesama (Man for Others). Contoh: pakaian boleh tidak seragam tetapi sopan, bisa mengenakan sepatu sandal. Tetapi ketika kami datang ke Departemen P&K wilayah Yogya, kami dicemooh sebagai anak berandalan.

3. Meningkatkan penampilan dan etika pergaulan

Orang lain pertama kali akan menilai dan melihat kita melalui cara kita berpakaian, berjalan, berbicara, melihat, duduk, makan dan minum, bekerja, berjabat tangan, menata rambut, dll yang semuanya adalah penampilan luar kita.

Anda tentunya tidak akan menerima seorang calon karyawan sebagai petugas cleaning service jika penampilan luarnya kumal, kuku panjang dan kotor, rambut tidak rapi, bau badan/ mulut yang berlebihan, dll karena secara logika bagaimana orang ini dapat membersihkan kantor jika penampilan fisiknya sendiri tidak dijaga.

4. Memperlakukan orang lain seperti yang kita ingin orang lain perlakukan terhadap kita

Katakanlah hal-hal yang baik kepada setiap orang. Perlakukan setiap orang dengan hormat dan itu semuanya akan kembali ke Anda.

Seperti puisi berikut:

Setiap tetes air yang keluar dari mata air, tahu mereka mengalir menuju ke laut.
Meski harus melalui anak sungai, selokan, kali keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan.
Bahkan, ketika menunggu di samudra, setiap tetes air tahu bahwa suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung.
Menjadi awan dan menurunkan hujan.
Sebagian menyuburkan rerumputan, sebagian tertampung dalam sumur-sumur.
Sebagian kembali ke laut.
Adakah sesuatu yang sia-sia dari setiap tetes air yang kita temui di selokan rumah kita ?

Adakah yang akan sia sia dari apa yang kita lakukan dan kita berikan ??

Sumber : Unknown


5. Membantu orang lain dengan menjadi anggota dan pemimpin dari pelayanan suatu komunitas, klub, dan badan-badan profesional

Dengan bergabung dalam suatu klub, komunitas, dan badan profesional akan lebih membuka cakrawala berpikir dan bersosialisasi kita karena di situ kita akan bertemu dengan orang yang memiliki visi yang sama, misi yang sama, paradigma yang sepaham.

Ada profesional yang bila ditanyai berapa relasi yang dia ingat, di dalam maupun di luar perusahaan, hanya bisa menghitung sampai angka 20. Tapi coba bandingkan dengan profesional yang mempunyai ratusan relasi, keluarga, kerabat, tetangga, teman, atasan, manajemen top, dsbnya. Relasi yang banyak, tepat, dan benar akan lebih memudahkan jalan kita dalam mencapai kesuksesan.

Portofolio sosial kita bukan terdiri dari orang-orang yang kita kenal, tetapi dari orang-orang yang kenal dan mengingat kita.

Read More..

Minggu, 17 Juni 2007

Lesson of Life - Relativity Law of "The Secrets"

Hargailah hidup Anda!

Beberapa potong gambar berikut dikirimkan oleh seorang teman beberapa waktu yang silam. Gambar-gambar ini membuat saya teringat akan salah satu dari 7 hukum alam yang mendukung hukum Daya Tarik (Law of Attraction).

Hukum ini adalah Hukum Relativitas, artinya :
Tidak ada baik atau buruk, besar atau kecil, dekat atau jauh, mahal atau murah,... sampai kita MEMBANDINGKAN dengan yang lain.

Contoh :
1. Kita menganggap diri kita gagal karena dimarahi oleh atasan. Coba Anda bandingkan nasib Anda dengan mereka yang pengangguran...
2. Kita merasa miskin belum mampu beli rumah (masih ngontrak). Coba Anda bandingkan nasib Anda dengan mereka yang tinggal di kolong jembatan...

Artinya di sini kita berlatih untuk menghubungkan keadaan kita dengan sesuatu yang lebih buruk dan kita akan selalu kelihatan lebih baik.

Kita harus membandingkan sesuatu dengan yang lebih baik jika itu sebagai pembanding untuk memacu semangat kita, misal : Dia bisa, Saya juga harus bisa!

Saya akan segera menyelesaikan artikel saya tentang 7 Area Keseimbangan Hidup lalu akan segera menyambungnya dengan topik yang hangat sekarang ini, yaitu : "The Secret" - Rahasia untuk mencapai Kesuksesan & Kekayaan Berlimpah.

Selamat menikmati & Salam Sukses untuk Anda!


As I jumped off the building...













Read More..

Sabtu, 09 Juni 2007

Hari Ketiga - 7 Area Keseimbangan Hidup


Hari Ketiga
SPIRITUAL


Kita hidup di dunia ini bukan hanya mengejar kesenangan duniawi saja tetapi juga kebahagiaan di akhirat. Dewasa ini, banyak yang hanya mengejar kesenangan duniawi (harta, wanita, kekuasaan) bahkan menghalalkan berbagai cara untuk mencapainya.

Semua agama dan kepercayaan pada dasarnya mengajarkan untuk mengutamakan kebahagiaan di akhirat dibandingkan kesenangan duniawi tetapi tentu saja semuanya harus seimbang.

Contoh : tante saya dalam keluarga dikenal sebagai orang yang sangat beriman. Hampir sehari-hari waktunya dihabiskan dengan berdoa, pergi ke gereja, ikut koor, ikut persekutuan, ikut kebaktian sehingga keluarganya diabaikan. Suatu saat dia baru menyadari ketika suami dan anak-anaknya mulai menjauh daripadanya. Tetapi yang dilakukan hanyalah terus berdoa dan melakukan aktifitas-aktifitas di gereja tanpa memperbaiki hubungan keluarganya. Dia berharap keluarganya dapat kembali utuh hanya dengan berdoa.

Tidak! Tidak ada mujizat yang terjadi tanpa kita melakukan sesuatu. Masih ingat poin saya di hari kedua : Berdoa dan ‘take action’ pasti menghasilkan keajaiban tetapi tidak ada sesuatu yang datang begitu saja dari langit tanpa Anda melakukan sesuatu. Setuju??? :)

Penerapan nilai-nilai spiritual ke dalam kehidupan dapat menghasilkan hidup yang lebih damai dan berarti.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dicoba yang telah dan terus saya praktekkan untuk dapat menikmati hidup dengan lebih damai dan penuh arti :

1. Mengikuti anjuran-anjuran yang diajarkan di dalam agama atau kepercayaan, seperti misalnya jangan membunuh, jangan mencuri, hormatilah Tuhan Allahmu, hormatilah ayah ibumu, dsbnya.

Misalkan dengan mencuri, orang lain telah dibuat menderita apalagi jika yang dicuri merupakan harta tabungan hasil kerja keras seumur hidup. Mungkin bagi mereka yang mencuri mendapatkan kesenangan duniawi karenanya tetapi jika harta tersebut telah habis ataupun takkan habis tujuh turunan, apa yang akan dibawa jika kelak mereka menempati tanah seukuran 1 x 2 meter?

2. Menjadi masyarakat yang setia dan bertanggungjawab dengan mentaati hukum-hukum di dalam negara.

Hukum dibuat untuk menjaga ketertiban dan keamanan dalam suatu komunitas. Tetapi kecenderungan di negara kita tercinta ini, hukum dibuat untuk dilanggar :) ditambah dengan penegakan hukum yang lemah. Contoh : tata tertib berlalu lintas. Banyak kendaraan yang suka menyalip dari bahu jalan karena terburu-buru, kendaraan umum ngetem seenaknya, orang menyeberang seenaknya (bukan di zebra cross), lampu pengatur jalan yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, trotoar dipakai sebagai jalur untuk kendaraan bermotor, pedagang kaki lima yang memakai badan jalan untuk berjualan. Ini adalah contoh kecil bagaimana kesadaran hukum masih sangat lemah di negara kita.

3. Mempraktekkan nilai-nilai yang diyakini ke dalam hidup sehari-hari.

Semua agama dan kepercayaan mengajarkan kebaikan. Nilai-nilai kebaikan inilah yang harus kita praktekkan dalam hidup sehari-hari dan bukan hanya menjadi wacana belaka. Tentu saja untuk menjalankan ini diperlukan komitmen dan kerendahan hati untuk membuka diri terlebih dahulu.

Kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita mengharapkan kita diperlakukan oleh orang lain. Kadang kala kita melupakan bahwa untuk diperlakukan dengan baik oleh orang lain, kita terlebih dahulu harus memperlakukan orang lain dengan baik.

Prinsipnya adalah : “Give and Take” – Memberi terlebih dahulu baru menerima. Bukan “Take and Give” – Mengharapkan orang melakukan sesuatu baru kita memberikan.

4. Menyediakan waktu untuk berhubungan dengan Tuhan YME.

Coba Anda ingat ketika Anda jatuh cinta kepada seseorang, kita ingin menghabiskan segenap waktu kita dengan orang yang kita cintai itu. Seluruh perhatian kita pun dicurahkan pada hubungan ini. Jatuh cinta pada Tuhan seharusnya sama juga. Namun kita harus bersedia memberikan waktu kita yang terbaik, bukan sisanya. Tuhan sudah memberi yang terbaik, sudah sepantasnya kita memberi-Nya yang terbaik pula.

Terkadang kita malas menyediakan waktu untuk berhubungan dengan Tuhan. Sebelum memulai kegiatan di pagi hari, kita lupa berdoa; sebelum memakan santapan kita, kita lupa bersyukur; ketika dipromosikan, kita lupa berterima kasih; ketika mendapat order, kita lupa mengucapkan syukur; ketika mau beristirahat, kita lupa memohon agar dijaga selama beristirahat; dan masih banyak lagi kelupaan-kelupaan lainnya. Apalagi menyediakan waktu secara khusus di hari Minggu untuk mengikuti kebaktian, atau di hari Jumat untuk mengikuti sholat bersama, dsbnya.

Ada sebuah cerita menarik tentang bagaimana dengan melakukan hal-hal yang kecil, akhirnya kita dapat melakukan hal yang besar termasuk dalam hubungan kita dengan Tuhan :

Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya, "Ayah, bisakah seseorang melewati seumur hidupnya tanpa berbuat dosa?"

Ayahnya menjawab sambil tersenyum : "tak mungkin, nak"

"Bisakah seseorang hidup setahun tanpa berbuat dosa?" tanyanya lagi.
Ayahnya berkata: "tak mungkin, nak"

"Bisakah seseorang hidup sebulan tanpa berbuat dosa?"

Lagi-lagi ayahnya berkata : "tak mungkin, nak"

"Bisakah seseorang hidup sehari saja tanpa berbuat dosa?" gadis kecil itu bertanya lagi.

Ayahnya mengernyitkan dahi dan berpikir keras untuk menjawab: "mmmm..... mungkin bisa, nak"

"Lalu.... bisakah seseorang hidup satu jam tanpa dosa? tanpa berbuat jahat untuk beberapa saat, hanya waktu demi waktu saja, yah? Bisakah?"

Ayahnya tertawa dan berkata : Nah, kalau itu pasti bisa, nak.

Gadis kecil itu tersenyum lega dan berkata : Kalau begitu ayah, aku mau memperhatikan hidupku jam demi jam,waktu demi waktu, momen demi momen, supaya aku bisa belajar tidak berbuat dosa.

Bukankah menit demi menit yang kita pakai setiap hari untuk berhubungan dengan Tuhan dapat membuat jam demi jam yang kita habiskan setiap minggu di Mesjid ataupun di Gereja menjadi tidak terasa?

5. Mengikuti acara-acara keagamaan secara tetap.

Dengan mengikuti acara keagamaan ataupun kepercayaan secara rutin membuat kita dapat lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan juga dapat dipakai sebagai sarana untuk bersosialisasi dan membangun keakraban antar sesama umat.

Saya yakin, poin-poin di atas sudah sangat Anda ketahui tetapi bukankah dengan saling mengingatkan kembali, hidup ini dapat menjadi lebih indah dan berarti…
Salam Sukses untuk Anda!

Read More..